USAHA BIBIT YANG SAMAKIN MENARIK DIKALANGAN PETANI



Usaha dalam bidang pertanian tidak hanya dalam hal bercocok tanam. Banyak celah yang bisa kita tekuni asalkan kita jeli melihatnya. Salah satunya dalam hal menyediakan bibit yang siap tanam. Karena tidak semua petani bisa dan sempat menyediakan bibit yang bagus dan berkualitas.

Bibit merupakan kebutuhan utama bagi petani. Bibit akan menentukan hasil produksi. Berawal dari bibit yang unggul didukung dengan perawatan yang bagus diharapkan hasil yang maksimal. Kebutuhan bibit sangat besar karena semua petani butuh bibit.

Hal ini merupakan peluang usaha bagi siapa saja yang mau menekuninya. Kali ini saya akan coba mengangkat usaha bibit sayuran.

Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan untuk usaha bibit ini.

1. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Semua usaha mungkin akan membutuhkan hal ini.

2. Green House ataupun rumah plastik sederhana lengk3. Bibit yang akan dijual, sesuai dengan
kebutuhan petani di wilayah tersebut. Contoh: cabai, tomat, terong, mentimun, pare, kubis, bunga kol, brokoli, dll.

Pembuatan bibit sendiri ada beberapa macam cara :

1. Dengan sistem “kepelan” atau media tanam yang dibuat dengan tangan. Media tanam dibentuk bulat-bulat dengan tangan kemudian ditanami benih atau kecambah. Di daerah Magelang biasanya bibit dengan cara ini (untuk cabai) dijual dengan harga Rp. 90,- sampai Rp. 100,-ap dengan rak untuk meletakkan bibit.

2. Dengan sistem polybag plastik bening. Media tanam dimasukkan kedalam katong plastik kecil kemudian ditanami benih atau kecambah.

Di Magelang (untuk cabai) biasanya dijual dengan harga Rp. 110 – Rp. 1253. Dengan sistem polybag berlubang.

Media tanam dimasukkan dalam kantong plastik kecil panjang (seperti plasti untuk es lilin tapi yang panjang) kemudian dipotong-potong kira-kira 3 cm kemudian ditanami benih atau kecambah.
Di Magelang (untuk cabai) biasanya dijual dengan harga Rp. 100 – Rp. 110.

Benih yang dipakai biasanya adalah benih hibrida keluaran perusahaan benih yang ada di Indonesia. Untuk varietas dan merk disesuaikan dengan wilayah atau benih yang biasa digunakan petani.

Penentuan harga jual tiap jenis tanaman di sesuaikan dengan harga benih ditambah modal pembuatan bibit. Dalam usaha ini dibutuhkan kejujuran mengenai varietas yang dibuat, karena petani biasanya menginginkan bibit dengan varitas atau merk tertentu dan kita harus menyediakan bibit dengan varietas tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top